Wednesday, July 12, 2017

TAHAPAN, PENANGANAN DAN MASALAH UMUM PASCA PANEN PADI




TAHAPAN PASCA PANEN PADI

Tahapan proses penanganan pasca panen padi yang dilakukan oleh petani dimulai dengan penentuan umur panen pada hamparan sawah. Penentuan umur panen dapat dilakukan secara visual dengan melihat kenampakan padi, melihat umur tanaman berdasarkan diskripsi masing-masing varietas yang dikeluarkan oleh Balai Besar Penelitian Padi maupun menggunakan tes kadar air gabah. Penentuan umur panen yang sering dilakukan petani pada umumnya dengan melihat warna malai padi yang dominan berwarna kuning. Umur panen optimum sangat menentukan mutu maupun kehilangan hasil saat panen. Padi yang dipanen sebelum masak optimal akan menghasilkan kualitas gabah maupun beras yang kurang baik. Umumnya padi yang dipanen muda akan menghasilkan kualitas beras dengan persentase butir hijau dan butir mengapur yang tinggi,rendemen beras giling rendah, dengan persentase beras pecah dan menir tinggi serta warna beras menjadi kusam. Tahapan kegiatan penanganan pascapanen dimulai dari penentuan umur panen sampai dengan penggilingan ditampilkan pada Gambar1.

Padi siap panen
Penentuan umur panen
Pemanenan
Penumpukan sementara di lahan
Pengumpulan padi ke tempat perontokan
Penumpukan/penundaan perontokan
Perontokan
Pengangkutan gabah ke rumah petani
Pengeringan gabah
Penyimpanan gabah
Penggilingan


Gambar 1. Diagram Alir Tahapan Kegiatan Penanganan Pasca Panen Padi


PENANGANAN PASCA PANEN

Pascapanen menurut bahasanya berarti setelah panen, lepas panen, atau ada juga yang menyebutnya purna panen. Penanganan pasca panen terhadap komoditi pangan dewasa ini sangat penting, karena :

1.    Komoditi pangan saat ini masih merupakan komoditi penting dalam kehidupan dan kegiatan sebagian besar masyarakat kita.
2.  Komoditi pangan tidak hanya padi saja, tetapi juga mencakup produk-produk yang sangat beragam seperti palawija, hasil-hasil perikanan, hasil-hasil peternakan dan bahkan juga hasil-hasil perkebunan seperti gula kopi, dll. Disamping itu, juga hasil-hasil non-konvensional seperti aren, sagu dan lain-lain.
3.  Beberapa teknologi penangan pascapanen komoditi pangan telah banyak dilakukan oleh masyarakat kita.
4.  Swasembada pangan akan sulit dicapai dan dimantapkan tanpa usaha penanganan pasca panen yang baik.
5.  Penanganan pasca panen mempunyai nilai ekonomi dan dampak sosial yang sangat luas. Proses penanganan pascapanen ini melibatkan banyak pihak, mulai dari produsen (petani, nelayan dan peternak), lembaga-lembaga pemerintah, pemasaran (pengecer, tengkulak, toko dan lain-lain), industri pengolahan (penggilingan beras, pabrik abon, pemindangan) dan konsumen.

MASALAH UMUM PASCA PANEN

Pertambahan penduduk , selalu diikuti dengan kebutuhan pangan yang makin meningkat. Hal ini yang mendorong diadakannya berbagai usaha untuk peningkatan produksi pangan. Berkat usaha pemerintah dalam menyediakan kemudahan-kemudahan bagi petani seperti perkreditan, pupuk, pestisida, vaksin pencegah penyakit ternak serta benih unggul dan kegiatan penyuluhan yang sekamin intensif, maka dapat dikatakan produksi komoditi berbagai sektor pertanian meningkat. Akan tetapi pengalaman masa lalu membuktikan bahwa banyak produksi pangan, seperti palawija dan hortikultura, hasil ternak dan hasil perikanan yang hilang sia-sia sebagai akibat kurangnya perhatian terhadap “penanganan” pascapanen. Yang dimaksud penanganan disini, ialah usaha-usaha yang dilakukan agar susut bobot dan penurunan mutu komoditi pangan dapat diperkecil, sehingga dapat mengurangi kerugian yang timbul. Seperti usaha-usaha untukmengurangi banyaknya kandungan butir hijau dan butir kapur pada gabah IR-36; usaha-usaha untuk memperkecil kerusakan buah-buahan selama dalam pengangkutan; usaha-usaha untuk meningkatkan nilai ekonomis suatu komoditi sayuran atau buah-buahan.

Referensi :

M.Arif Hidayat. 2014. “KONSEPSI DAN STRATEGI PENGENDALIAN NEMATODA PARASIT TANAMAN PERKEBUNAN DI INDONESIA.” Balai Penelitian Tanaman Rempah Dan Obat. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2014, Palembang 26-27 September 2014. Diambil dari : http://pur-plso.unsri.ac.id/userfiles/27p_m_-arif_red.pdf  (10 Juli 2017)

Sulardjo . 2014. “PENANGANAN PASCA PANEN PADI.” Magistra No. 88 Th. XXVI Juni 2014. Diambil dari : http://download.portalgaruda.org/article.php?article=253355&val=6820&title=PENANGANAN%20PASCAPANEN%20PADI  (11 Juli 2017)


No comments:

Post a Comment

Pengertian dan Fungsi Terasering Pada Lahan Pertanian

Erosi yang berlangsung secara terus menerus   akan berakibat fatal bagi kehidupan manusia. Hilangnya sumber daya alam yang ada, khususn...